slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Purbaya Sebut Defisit Apbn Membengkak Karena Pemerintah Kebut Belanja

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap percepatan shopping pemerintah menjadi aspek utama membengkaknya defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Purbaya menjelaskan lonjakan defisit merupakan akibat dari strategi pemerintah nan mempercepat realisasi shopping sejak awal tahun, agar dampaknya terhadap ekonomi lebih merata.

"Karena kita percepat shopping pemerintah. Saya mau menciptakan di mana shopping pemerintah nyaris merata pertumbuhannya sepanjang tahun," ujar Purbaya dalam konvensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (6/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan langkah percepatan tersebut diambil untuk menghindari pola lama di mana shopping negara menumpuk di akhir tahun sehingga akibat ekonominya tidak optimal.

"Jangan sampai kayak tahun-tahun sebelumnya, numpuk di akhir tahun sehingga akibat ekonominya tidak optimal. Jadi defisit nan besar itu adalah akibat logis dari kebijakan kita," jelasnya.

Purbaya menyebut shopping negara nan meningkat relatif merata di beragam sektor, meski terdapat beberapa pos nan menonjol, seperti shopping Badan Gizi Nasional (BGN) lantaran nilai anggarannya nan besar.

Meski demikian, pemerintah memastikan bakal tetap menjaga kualitas shopping dengan melakukan pengawasan ketat terhadap kementerian dan lembaga.

"Kita bakal monitor terus dari waktu ke waktu. Kalau belanjanya ngawur, kelak kita kasih peringatan. Bahkan jika diteruskan, kita bisa bilang itu tidak bakal saya bayar," tegasnya.

Ia menambahkan, sistem pengendalian tersebut sudah diterapkan pada 2025 dan dinilai sukses membikin shopping negara lebih terkontrol.

Di sisi lain, Purbaya memastikan kondisi fiskal tetap terjaga. Ia menyebut realisasi defisit APBN 2025 berpotensi lebih rendah dari sasaran awal.

"Kalau dilihat dari defisit APBN, nan kita umumkan 2,91 persen, sekarang indikasinya bisa lebih baik, mungkin di kisaran 2,8 persen," ujarnya.

Purbaya juga optimistis keahlian ekonomi nasional bakal terus membaik, dengan pertumbuhan nan diperkirakan menembus 5,5 persen.

"Kalau ekonominya bagus, pendapatan saya bagus. Nanti duit nan saya bagi ke kementerian juga lebih konsisten," katanya.

Menurutnya, perbaikan ekonomi tidak hanya berjuntai pada shopping pemerintah, melainkan juga peran sektor swasta nan mendominasi aktivitas ekonomi nasional.

"Jangan lihat ekonomi hanya pemerintah saja, 90 persennya private sector," imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan mencatat APBN hingga 31 Maret 2026 mengalami defisit sebesar Rp240,1 triliun alias setara 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Defisit terjadi lantaran realisasi shopping negara mencapai Rp815 triliun, tumbuh 31,4 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pendapatan negara nan sebesar Rp574,9 triliun alias naik 10,5 persen.

Dari sisi pendapatan, penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp462,7 triliun, nan terdiri dari pajak Rp394,8 triliun serta kepabeanan dan cukai Rp67,9 triliun. Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp112,1 triliun dan hibah sebesar Rp100 miliar.

Adapun shopping negara didominasi oleh shopping pemerintah pusat sebesar Rp610,3 triliun, nan terdiri dari shopping kementerian/lembaga Rp281,2 triliun dan non-kementerian/lembaga Rp329,1 triliun. Sementara transfer ke wilayah tercatat sebesar Rp204,8 triliun.

[Gambas:Video CNN]

(lau/pta)

Add as a preferred
source on Google

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru