Jakarta, CNN Indonesia --
Susah buang air kecil ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan bisa menjadi tanda ada masalah kesehatan. Selain lewat pengobatan medis, ada beberapa daun rebusan untuk memperlancar kencing.
Susah buang air mini juga disebut retensi urine. Melansir Cleveland Clinic, retensi urine adalah kondisi ketika kandung kemih tidak dapat mengosongkan urine secara sempurna.
Penyebabnya bisa beragam, mulai dari usia lanjut, gangguan kesehatan tertentu, hingga pengaruh samping obat-obatan tertentu. Biasanya, master bakal memberikan obat diuretik untuk membantu tubuh mengeluarkan kelebihan cairan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daun rebusan untuk memperlancar kencing
Beberapa daun dan herbal alami mempunyai pengaruh diuretik nan membantu meningkatkan produksi urine sehingga tubuh dapat mengeluarkan racun, limbah, dan kelebihan cairan tubuh.
1. Daun teh hijau dan teh hitam
Baik teh hijau maupun teh hitam tidak hanya menyegarkan, tetapi juga mempunyai kandungan kafein nan berfaedah sebagai diuretik alami.
Mengutip Healthline, minum tiga cangkir teh sehari dapat merangsang ginjal untuk memproduksi lebih banyak urine, sehingga membantu mengeluarkan cairan berlebih dari tubuh.
Akan tetapi, orang nan susah tidur perlu membatasi minum teh, apalagi pada malam hari. Kandungan kafeinnya bisa membikin susah tidur.
2. Daun peterseli
Meskipun sering digunakan sebagai hiasan makanan, daun peterseli rupanya mempunyai faedah sebagai diuretik alami. Daun ini bisa menjadi pengganti jika Anda tidak cocok dengan obat diuretik kimia.
Anda bisa merebus daun peterseli kemudian meminum airnya. Daun ini juga bisa Anda makan langsung dengan memadukannya pada salad.
3. Daun alpukat
Ilustrasi. Daun alpukat termasuk daun rebusan untuk memperlancar kencing. (iStockphoto/barmalini)
Teh dari daun alpukat kaya bakal saponin nan mempunyai pengaruh diuretik kuat. Daun alpukat pun termasuk daun rebusan untuk memperlancar kencing.
Teh ini juga berfaedah mengurangi pembengkakan dan tekanan darah tinggi. Di samping itu, daun alpukat juga dipercaya membantu mengatasi jangkitan saluran kemih dan batu ginjal.
4. Daun espinheira santa
Espinheira Santa (Maytenus ilicifolia) merupakan tanaman obat nan mempunyai pengaruh diuretik ringan. Tanaman ini sering dipakai sebagai herbal alami di Amerika Selatan.
Dengan memperbanyak produksi urine, air rebusan ini bisa membantu mengurangi retensi cairan dan membersihkan saluran kemih dari infeksi.
Hanya saja, konsumsi daun Espinheira Santa ini tidak dianjurkan untuk ibu hamil, menyusui, anak-anak di bawah 12 tahun, dan orang nan alergi terhadap tanaman ini.
5. Paku ekor kuda
Tanaman paku ekor kuda alias horsetail merupakan salah satu diuretik alami nan sudah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Efek diuretiknya sebanding dengan obat diuretik sintetis.
Meski demikian, konsumsi teh ini sebaiknya tidak lebih dari 7 hari berturut-turut untuk menghindari ketidakseimbangan mineral dalam tubuh. Ibu mengandung dan menyusui juga sebaiknya menghindari minuman ini.
6. Daun kumis kucing
Daun kumis kucing sangat terkenal dalam pengobatan tradisional sebagai obat jangkitan saluran kemih berkah pengaruh diuretiknya. Tak heran daun kumis kucing masuk deret daun rebusan untuk memperlancar kencing.
Ekstrak daun kumis kucing dapat meningkatkan produksi urine, sehingga membantu membilas kuman dari kandung kemih dan saluran kemih sehingga, akibat jangkitan pun berkurang.
Meski bahan-bahan alami ini cukup aman, tetap konsultasikan dengan master terutama kalau Anda mempunyai kondisi kesehatan unik alias sedang dalam pengobatan tertentu.
(rea/els)
[Gambas:Video CNN]
7 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·