slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Susi Pudjiastuti Saran Ikan Sapu-sapu Diolah Jadi Pupuk Dan Pakan Ternak

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Susi Pudjiastuti mengusulkan tangkapan ikan sapu-sapu di Jakarta diolah untuk dijadikan pakan ikan alias ternak.

Usulan itu disampaikan menyusul kritik dari MUI terkait pemusnahan ikan sapu-sapu dengan langkah dikubur hidup-hidup.

"Dibuat pakan ikan alias pakan ternak saja, digiling dijadikan pelet ikan," kata Susi dikutip detikcom, Senin (20/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Susi juga menyebut hasil tangkapan ikan sapu-sapu bisa dijadikan pupuk. Caranya, kata dia, ikan sapu-sapu dipotong lampau dikubur di lahan pertanian.

"Atau pupuk tanaman bisa juga, pupuk tanaman bisa kirim ke perkebunan, dicincang dikubur di lahan pertanian," ucap dia.

Susi menyampaikan limbah ikan sapu-sapu juga bisa diberikan kepada peternak kepiting hingga peternak buaya. "Atau kasihkan ke peternak kepiting setelah dibekukan, alias peternak buaya," imbuhnya.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Miftahul Huda sebelumnya menekankan prinsip rahmatan lil 'alamin dan prinsip kesejahteraan hewan alias kesrawan (kesejahteraan hewan) mengenai pemusnahan massal ikan sapu-sapu di Jakarta.

Dia menjelaskan dalam perspektif pandang syariah, membunuh hewan diperbolehkan jika mendatangkan kebaikan. Namun jika untuk dikubur hidup-hidup ada unsur penyiksaan.

"Cara tersebut dianggap menimbulkan penderitaan nan tidak perlu," kata Miftah dikutip dari laman MUI Digital, Minggu (19/4).

Miftah juga menyinggung masalah dari sisi etika kesejahteraan hewan. Mengubur hidup-hidup dianggap tidak manusiawi dan tidak meminimalkan penderitaan.

Namun, dia menyebut kebijakan Pemprov Jakarta untuk mengendalikan ikan sapu-sapu baik lantaran untuk melindungi lingkungan. Sebab ikan sapu-sapu sendiri dapat merusak ekosistem.

"Itu sejalan dengan maqāṣid syariah ialah masuk kategori ḍharūriyyāt ekologis modern", tuturnya.

Merespons perihal itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bakal meminta masukan dari mahir nan memahami hukum mengenai tata langkah penguburan hewan.

"Mengenai pertanyaan tadi ada saran dan kritik dari MUI, kelak saya minta untuk nan mahir untuk menyesuaikan tata caranya," ujar Pramono, di Jakarta Selatan.

Ia menjelaskan, kebijakan penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan lantaran populasinya di perairan Jakarta telah mendominasi.

Menurut dia, keberadaan ikan tersebut telah mengganggu keseimbangan ekosistem.

"Memang ikan sapu-sapu ini di biotik air Jakarta sudah lebih dari 60 persen. Bahkan KKP melaporkan lebih dari 70 persen, tapi saya sampaikan lebih dari 60 persen," kata dia.

Selengkapnya di sini.

(gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru