CNN Indonesia
Jumat, 24 Apr 2026 19:15 WIB
Ilustrasi monyet. (Pixabay/DaniRevi)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kawanan monyet nan mendiami Karang Gibraltar (The Rock of Gibraltar) dilaporkan telah mengembangkan kebiasaan unik, ialah menyantap lumpur alias tanah.
Para intelektual meyakini perilaku ini adalah upaya para primata tersebut untuk menenangkan perut mereka setelah mengonsumsi junk food nan diberikan, alias dicuri, dari kerumunan turis.
Seperti dikutip The Guardian, para peneliti mengawasi perilaku makan tanah secara sengaja, nan dikenal sebagai geofagi, pada golongan monyet jenis makaka Barbary (Barbary macaques).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya mengejutkan: monyet nan paling sering berinteraksi dengan turis adalah nan paling banyak menyantap tanah, dengan puncak konsumsi terjadi pada musim liburan.
Meskipun otoritas lokal Gibraltar menyediakan makanan sehat berupa buah, sayuran, dan biji-bijian, para turis rutin memberi mereka camilan nan tidak sehat, mulai dari keripik kentang, cokelat batangan, hingga es krim.
Dr. Sylvain Lemoine, mahir ekologi perilaku primata dari Universitas Cambridge, menjelaskan bahwa junk food tersebut mengganggu mikrobioma usus, kumpulan mikroba baik dalam saluran pencernaan monyet.
Lalu, apa kegunaan tanah nan dikonsumsi kawanan monyet itu? Mineral dan kuman dalam tanah dipercaya membantu menyeimbangkan kembali mikrobioma dan meredakan pengaruh negatif dari camilan berlemak, asin, dan manis.
Selain itu, tanah juga berfaedah sebagai "penyangga" bagi sistem pencernaan terhadap makanan berenergi tinggi namun rendah serat.
Observasi nan dilakukan antara musim panas 2022 hingga musim semi 2024 mengungkap beberapa kebenaran lapangan di antaranya, nyaris seperlima (20 persen) dari total makanan nan dikonsumsi makaka berasal dari pemberian turis.
Fakta lainnya, monyet di puncak karang, area paling terkenal bagi turis, dua kali lebih mungkin menyantap junk food dan mengonsumsi tanah paling banyak.
Saat jumlah visitor turun di musim dingin, kemungkinan monyet menyantap makanan turis berkurang 40 persen, dan konsumsi tanah turun lebih dari 30 persen.
Menariknya, monyet-monyet ini sangat menyukai es krim stik dan kerucut, namun dilaporkan kurang menyukai sorbet.
Penelitian nan diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports ini juga mencatat bahwa monyet tampaknya mempelajari kebiasaan ini dari sesama personil kelompoknya.
Sebagian besar mencari tanah liat merah, namun golongan Ape's Den di lereng bawah justru kedapatan menyantap tanah dari lubang-lubang di jalan aspal.
Namun, perilaku ini membawa akibat baru. Lemoine memperingatkan bahwa tanah nan dimakan monyet, terutama nan berada di dekat jalan raya, mungkin mengandung polutan dari emisi kendaraan. Tim peneliti sekarang berencana menganalisis tingkat polutan dalam tanah tersebut.
Dr. Paula Pebsworth, mahir primatologi dari University of Texas, menekankan bahwa meskipun geofagi adalah sistem pertahanan diri, solusi terbaik tetaplah pada manajemen manusia.
"Pendekatan nan lebih efektif adalah mengurangi alias menghilangkan pemberian makanan manusia kepada hewan liar," tegasnya.
Di Gibraltar, turis sebenarnya dilarang menyentuh alias memberi makan monyet, tapi patokan ini sering kali tidak ditegakkan dengan ketat di lapangan.
(wiw)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·